Connect with us

Suriah

Presiden Assad: Kehilangan ISIS dan Al Nusra di Suriah, Membuat Israel Panik

Published

on

Bashar al-Assad (Presiden Suriah)

SINGKILNEWS | Presiden Suriah Bashar al-Assad menilai saat ini Israel tengah dilanda kepanikan. Demikian dikabarkan Russia Today, Kamis (31/5/2018).

Kepanikan itu, lanjut Assad, terlihat dari aksi Israel menyerang Suriah dan mengancam untuk membunuh dirinya sebagai pemimpin Suriah.

Memang dalam beberapa bulan terakhir, serangan Israel terhadap fasilitas militer Suriah semakin gencar.

Israel beralasan serangan itu untuk menyingkirkankeberadaan Iran di Suriah yang diklaim mengancam keamanan nasional negeri Yahudi itu.

Namun, ujar Assad, pernyataan Israel terkait keberadaan aset-aset Iran di Suriah tak lebih dari sebuah kebohongan.

“Tak ada tentara Iran di Suriah. Kami selalu katakan, ada beberapa perwira Iran tetapi mereka bekerja dengan militer kami, jadi tak ada pasukan Iran di sini,” kata Assad.

Beberapa politisi Israel bahkan mengancam akan menyingkirkan Assad dan menggulingkan pemerintahannya jika Iran terus beroperasi di Suriah dan mengirimkan senjata untuk kelompok Hezbollah di Lebanon.

Terkait ancaman itu, Assad menegaskan, dia sama sekali tidak memikirkannyadan tidak merasa takut.

“Israel sudah kerap membunuh negarawan, membunuh warga sipil, menduduki wilayah negara lain, kini sudah hampir tujuh dekade dan biasanya mereka melakukan itu tanpa ancaman,” ujar Assad.

“Sekarang mereka mengancam saya? Ini bentuk kepanikan, karena mereka kehilangan ‘kelompok kesayangan’ Al-Nusra dan ISIS, itu sebabnya Israel panik, dan kami memahami perasaan itu,” ujar Assad.

Lebih jauh, Assad menepis anggapan yang menyebut AU Suriah tak berdaya di hadapan jet-jet tempur Israel.

Politisi berusia 52 tahun itu mengatakan, persenjataan produksi Uni Soviet milik Suriah sudah cukup untuk menangkal serangan AU Israel.

Bahkan, saat AS, Inggris, dan Perancis menyerang Suriah pada April lalu persenjataan buatan Uni Soviet ini juga mampu merontokkan banyak misil canggih sekutu.

“Pertahanan udara kami jauh lebih kuat dari sebelumnya, terima kasih untuk dukungan Rusia. Serangan terbaru dari Israel dan sekutu membuktikan situasi kami jauh lebih baik,” lanjut Assad.

Assad menambahkan, melemahkan pertahanan udara Suriah adalah taktik yang digunakan para “tentara bayaran” di awal konflik di negeri itu.

“Tentara bayaran menyerang basis-basis pertahanan udara itu dan merusaknya. Inilah bukti Israel memiliki hubungan langsung dengan para teroris di Suriah,” Assad menegaskan. [] Kompas

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler