Connect with us

NASIONAL

​Qori Asal Aceh Dan Riau Rebut Piala Oesman Sapta

Published

on

Ilustrasi

SINGKILNEWS | Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengumumkan nama-nama pemenang ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) se-ASEAN di Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (4/6).

Acara yang berlangsung dari hari Jumat 1 Juni lalu hingga Minggu 3 Juni kemarin itu untuk memperebutkan piala bergilir dari Ketua Dewan pembina BKPRMI Oesman Sapta.

Ketua Umum DPP BKPRMI Said Aldi Al-Idrus mengumumkan, Qori dari Provinsi Aceh dan Qoriah dari Provinsi Riau berhasil merebut piala.

“Qori, Qoriah Aceh dan Riau berhak merebut piala bergilir Oesman Sapta,” ujar Said dalam keterangannya, Selasa (5/6).

Bagi Qori dan Qoriah yang juara 1,2,3, mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan dan cenderamata. Sementara bagi peserta yang tidak mendapatkan predikat juara tetap diberi uang saku yang bisa digunakan sebagai biaya transpor untuk kembali ke daerah masing-masing.

“Mereka juga diberikan piagam penghargaan,” imbuh Said.

Ajang ini diikuti oleh 22 orang qoriah dan 24 qori dari tujuh negara. Salah satu Qori yang berasal dari Singapura, Encik Rafiuddin mengungkapkan dirinya sangat bersyukur dengan adanya ajang MTQ ASEAN. Sebab selain untuk menguji kemampuan dalam melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dirinya juga bisa memanfaatkan momen itu untuk membangun silahturahmi antar ummat Islam di dunia Melayu.

“MTQ antar bangsa tahun ini menjadi MTQ yang terbaik selama diikuti, mulai pelayanan transportasi, akomodasi serta konsumsi sangat baik, kami sangat berterima kasih kepada Ketum DPP BKPRMI yamg telah menjamu kami dengan baik selama kami berada di Jakarta,” ucap Encik Rafiuddin.

Berikut nama-nama yang juara dalam acara MTQ se-Asean;

Qari: Juara 1 Ihsan dari Aceh; Juara 2 Ahmad Busyari dari Kalimantan Selatan; dan Juara 3 Ahmad Rujani dari Kalimantan Timur.

Qariah: Juara 1 Yossi Okta dari Riau; Juara 2 Siti Maimona dari DKI Jakarta; dan Juara 3 Nur Syakura Muhammad Musa dari Sarawak.

Sementara itu, juri dalam MTQ tersebut ialah: Drs. H. Ahmad Muhajir; Dr. H. Nafis Qurtubi Lc; Hj. Mawaddah; dan Drs. H. Muhammad Ali. [] RMOL

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Penghina Ustaz Abdul Somad Ditangkap

Published

on

Ustad Abdul Somad

SINGKILNEWS | Penghina Ustaz Abdul Somad berhasil ditangkap, Rabu malam, 23 Mei 2018. Pria itu bernama Rudiansyah. Sebelumnya, dalam akun media sosial Facebook bernama Rudi Ian, Rudiansyah menyebut Ustaz kesohor itu sebagai “iblis”.

Berikut penjelasan tim Mualaf Center Yogyakarta dalam akun Facebook-nya, terkait penangkapan Rudiansyah alias Rudi Ian:

Alhamdullillah penghina Ust @ustadzabdulsomad Ustadz Abdul Somad  tertangkap di Kota Jogja

Beliau Bapak Rudi Lan yang mengatakan dalam halaman Facebok nya dengan ujaran kebencian ditujukan pada Ayahanda kita Ust @ustadzabdulsomad dengan perkataan “Alhamdullillah Ibl** ini tidak masuk dalam salah satu 200 mubalik menteri agama”

Teridentifikasi berada di jogja dan setelah infestigasi lapangan kami pun mengetahui lokasi kediaman Bapak Rudi Ian

Kedatangan kami bukanlah petama kali, ada beberapa ikhwan yang mengaku dari beberapa kota lain yang telah dahulu mendatangi mencari Rudi Ian hingga beliau ketakutan

Rudi warga sambas yang tinggal di jogja tersebut ketakutan bahkan sempat hendak pergi keluar kota tujuan jawa timur

Negosiasi team @mualafcenteryogyakarta di bantu warga masyarakat dimana beliau tinggal ditemui keluarga nya alhamdullillah dapat di terima

Kami menyampaikan; kami tidak akan mempersekusi , kami akan ajak negoisasi di kantor kepolisian untuk membicarakan ini baik baik

Hingga akhirnya kami meminta klarifikasi kepada beliau, beliau mengaku khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi kembali

Meskipun beliau telah meminta maaf namun permasalah tersebut kami kembalikan kepada aparatur kepolisian sektor Sewon Bantul Yogyakarta untuk menangani permasalahan ini dengan bijak dan yang terbaik .

Dan kami sampaikan ke pada Bapak Rudi Ian bila kasus ini sudah reda kami akan mengjak beliau duduk bersama kami untuk ikut taklim, kajian dan bergabung dengan kami

Kami yakin Ayahanda kita Ust @ustadzabdulsomad memaafkan beliau dan semoga menjadikan kebaikan bagi semuanya dan pembelajaran bagi kita semua .

Barokallahu Fiikum.

Sebelumnya, Rudy Ian menyatakan kegembiraannya karena Ustaz Abdul Somad tidak masuk dalam daftar 200 mubalig yang direkomendasikan Kementerian Agama. Saking puasnya, ia bahkan menyebut Ustaz Somad sebagai iblis.

“alhamdulillah..iblis ini tdk masuk dlm dftar 200 mubalik mentri agama,” tulis Rudy Ian, Selasa, 22 Mei 2018.

Namun, Ustaz lulusan Mesir dan Maroko itu tidak marah atas hinaan Rudy Ian itu. Ia bahkan mendoakan Rudy agar mendapatkan hidayah.

“Ya Allah berilah kaumku hidayah karena mereka tidak mengerti,” tulis Ustadz Abdul Somad di akun Instagram @ustadzabdulsomad, Rabu, 23 Mei 2018. [] Viva

Continue Reading

NASIONAL

Anggaran THR dan Gaji ke-13 Tahun Ini Naik 68,9 Persen

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur memberikan keterangan pers terkait pemberian THR dan Gaji ke-13 bagi PNS, TNI,dan Polri, di Istana Merdeka, Rabu (23/5).

SINGKILNEWS | Pemerintah melakukan gebrakan dengan menambah anggaran tunjangan hari raya dan gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri. Pemerintah bahkan akan memberikan THR dan gaji ke-13 untuk para pensiunan pegawai pemerintah. Kenaikan tunjangan ini disebut mencapai 68,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kenaikan ini dikarenakan pemerintah berupaya meningkatkan THR dan gaji ke-13 bagi penerima tunjangan dari PNS, TNI, dan Polri, serta pensiunan. Untuk THR penerima tunjangan misalnya akan dibayarkan berdasarkan gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan tambahan, dan tunjangan kinerja.

Dengan demikian mereka bisa mendapatkan THR sesuai dengan gaji utuh atau take home pay selama ini. Sedangkan gaji ke-13 hitungannya adalah satu gaji pokok, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan kinerja. Untuk pensiunan yang mendapat gaji ke-13 akan dibayarkan sebesar pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan tambahan penghasilan.

“Untuk jumlahnya sesuai dengan Undang-Undang APBN 15 tahun 2017 mengenai APBN 2018 di mana anggaran THR pensiunan, THR penerima dan gaji ke-13 mencapai 35,76 triliun. Ini meningkat 68,9 persen karena tahun lalu pensiunan tidak dapat THR,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Rabu (23/5).

Untuk rinciannya, THR yang dipersiapan untuk gaji mencapai Rp 5,24 triliun, THR tunjangan kinerja Rp 5,79 triliun, THR untuk pensiunan Rp 6,85 triliun, dan THR gaji ke-`13 Rp 5,24 triliun. Untuk tunjangan kinerja ke-13 mencapai Rp 5,79 triliu, dan tunjangan pensiunan untuk gaji ke-13 6,85 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers mengatakan bahwa dia telah menandatangani peraturan pemerintah terkait dengan pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS) anggota TNI dan Porli. Yang spesial tahun ini, pemerintah pun akan memberikan tunjangan ini kepada pensiunan PNS, TNI, dan Polri.

“Ada yang istimewa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. THR tahun ini diberikan pula kepada para pensiunan. Dan saya berharap dengan peberian THR dan gaji ke-13 ini bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan PNS, TNI, dan Polri terutama saat menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Rabu (23/5).

Selain berharap para penerima tunjangan dan pensiunan ini bisa lebih sejahtera, Jokowi meminta agar para PNS khususnya bisa melakukan peningkatan kinerja dari segi kualitas dalam melayani kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. [] ROL

Continue Reading

NASIONAL

PNS yang Sebar Ujaran Kebencian di Medsos Terancam Dipecat

Published

on

Ilustrasi

SINGKILNEWS |Badan Kepegawaian Nasional (BPN) memberi peringatan keras kepada pegawainya untuk tidak memposting konten bernada ujaran kebencian, intoleransi, dan perpecahan di media sosial. Larantan itu juga berlaku untuk serta Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, BKN menekankan agar jajaran PNS menjaga Pancasila, UUD 45 dan NKRI.

“Sanksinya mulai dari teguran ringan, teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, penurunan jabatan, sampai akhrinya pemberhentian tidak dengan hormat alias disiplin terberat itu memungkinkan tergantung kasusnya,” ujar Ridwan kepada Kompas.com, Selasa (15/5/2018)

Ridwan mengatakan, sanksi tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Larangan mengunggah konten ujaran kebencian memang tidak diatur dalam peraturan tersebut.

Namun, aturan itu bisa disesuaikan dengan kondisi saat ini. Misalnya, kata Ridwan, sebelumnya sudah ada peringatan agar PNS netral dalam politik praktis seperti Pilkada dan Pilpres.

“BKN mensinyalir masih banyak, entah sengaja atau tidak, memposting sesuatu yang berakibat ujaran kebencian dan forward pesan yang mengekspresikan preferensi politiknya di depan publik,” kata Ridwan.

Berdasarkan pengamatan BKN bersama Kemenerian Komunikasi dan Informatika, belakangan PNS yang menyebarkan ujaran kebencian maupun menunjukkan identitas politiknya di media sosial mulai berkurang.

Menurut Ridwan, kesadaran pegawai mulai tinggi bahwa ada konsekuensi jika melanggar aturan tersebut.

“Yang tadinya teman-teman banyak yang tangannya gampang banget nulis di medsos, kemudian dihapus, jadi privat,” kata Ridwan.

“Tapi kalau masih ada, silakan dijatuhkan hukuman disiplin,” lanjut dia.

BKN, kata Ridwan, juga mengajak Menteri, Gubernur, Wali Kota, hingga Bupati untuk mengamati pergerakan bawahannya di media sosial. Jika ada indikasi tidak netral ataupun menyebarkan ujaran kebencian dan provokasi, bisa diberi teguran. Jika tidak mempan, maka bisa dijerat sanksi bertahap.

“Tidak usah ragu-ragu. BKN ada di belakang pejabat pembina kepegawaian yang akan mrnjatuhkan hukuman pada PNS yang melakukan itu,” kata Ridwan.

 

Sumber: Kompas

Continue Reading

Terpopuler